Langsung ke konten utama

Film "Teman Tapi Menikah" & Nostalgia Masa Lalu

Hampir sepuluh hari terakhir ini, bioskop yang menayangkan film yang diangkat dari kisah nyata Ditto dan Ayudia ramai dikunjungi oleh penikmat film Indonesia. Seperti yang kalian tau, banyak banget yang bilang film ini bagus hampir di seluruh elemennya. Memang benar adanya. Kualitas gambar dan audio dijamin bikin nyaman pas nonton. Sepanjang film merasa bahagia bayangin yang di layar adalah Ditto dan Ayudia beneran hahaha jadi lucu gitu ga sih. Adipati beeeeehh aktingnya luar biasa apalagi pas main perkusi! persis Ditto versi ganteng. Vanessa di film ini udah nggak manja-manja garing dibanding di film sebelumnya, jauh lebih suka Vanessa di film ini sih jujur aja, kurang tomboy dikit ya kalo diliat dari foto-foto lama Ayu -nya super duper tomboy. Secara keseluruhan film ini berhasil lepas dari anggapan "lebih bagus novelnya daripada film nya", seluruh tim keliatan banget hasil kerjanya luar biasa. 

by the way,

ketika liat film ini, rasanya diajak nostalgia ke masa lalu. Secara otomatis jadi keinget bagaimana dulu kita jadi deket.
fyi.... my boyfriend is my best friend 
hehehe

Kita berada di lingkaran pertemanan yang sama sejak SMP. Awalnya sekedar tau aja ya biasa kayak "oh itu si A dari kelas B", mulai kenal saat ada farewell party di sekolah, kita jadi panitia. Sepertinya mulai dari situ lingkaran pertemanan kita mulai sama, tapi belum akrab-akrab banget. Setelah lulus SMP baru sering kita main rame-rame dan kadang jauh juga. Saat itu masih bener-bener temen ya. Dia ada pacar dan selalu drama sama pacarnya, serius drama kalo dia mah. Pas lagi ketemu gitu adaaaa aja yang dikeluhin hahaha eh maap ni kalo mantannya baca. Tapi satu hal sih yang ku inget, dia ini tipikal orang yang serius kalo lagi ada komitmen sama orang. Bukan serius yang tiap pacaran ngajak nikah lho, bukan.. serius yang nggak main-main sama pacarnya, seingetku sih ga pernah cerita lagi deket sama cewe lain pas dia ada pacar, palingan kalo mau deket sama cewe lain, pacarnya diputusin dulu hahahaha sama aja ya? Ampun mas nya.

Sebenarnya masih gatel nih tangan mau ngetik drama-drama pacarannya saat SMA tapi aku takut ah ntar aku salah ngomong. Secara garis besar, perjalanan cintanya dari masa ke masa lebih berwarna daripada daku. Karena aku ini tipikal setia sampai mati (alaahh), sekalinya seneng sama orang yaaa gitu nggak ganti-ganti. Jadi bertahun-tahun ku terjebak di cinta bertepuk sebelah tangan, I meet him everysingle day, tapi untuk bilang "bro aku seneng kowe" oh.. it's not me hahaha tapi percayalah aku dulu sangat menikmati perasaan sendiri ku, jadi jangan nanya "kok bisa?". Lama-lama ternyata keganti juga. Sayangnya aku berpindah ke orang yang belum tepat lagi. Saat itu aku udah kuliah di Yogyakarta, udah mau lulus, baru suka sama orang, terancam hubungan jarak jauh kalo habis wisuda. Tapi karena kita nggak bisa milih ya siapa yang kita suka, akhirnya deket lah kita, nggak sampe pacaran karena saat itu sebenarnya aku dikasih pilihan dan milih "jalanin aja" karena kondisinya dia akan kembali ke pulau seberang dan aku di pulau seberangnya. Namanya nyesel pasti di belakang ya, ternyata cewe tetep butuh komitmen hahaha endingnya sih ya gitu, drama-drama korea. Setelah itu nggak pernah lagi kepikiran buat deket sama cowo, karena banyak temen cowo itu asli lebih enak. Mereka nggak kebanyakan drama, jarang basa-basi, dan nggak baperan kalo salah ngomong.

Terus deket sama doi nya kapan?

Sabar.

Saat itu berawal dengan bertukar cerita-cerita mengenaskan soal perasaan, sama-sama patah hati. Tau kan ya pada saat seperti ini rawan baper, dan beneran baper hahaha posisinya waktu itu aku sudah di Jakarta dan dia Ponorogo. Jika kita ingin berkomitmen, resiko di depan mata yang harus kita hadapi adalah Long Distance Relationship, mau tidak mau, ingin tidak ingin. Dengan segala pertimbangan, kebimbangan, dan keyakinan akhirnya kita memutuskan untuk bareng. Dari Oktober 2016 hingga sekarang, banyak sekali perjalanan-perjalanan baru yang ku temui bareng dia, kalo diceritain disini bakal bosen bacanya.


See you on next post, love.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ternyata Lulus CPNS

Selamat malam gaes.. Jumpa lagi denganku di tulisan yang akan tetap random heu. Kali ini topiknya agak sakral, agak bener (dikit).  Beberapa bulan ini sering dengar soal seleksi cpns yang akan dibuka lagi, tiba-tiba ingin nostalgia masa lalu sekalian cerita pengalaman ikut seleksi CPNS tahun lalu. Kenalan dulu ga nih? 🤣 Jadi begini.. Sebelumnya aku lulus dari salah satu sekolah kedinasan dibawah naungan Kementerian ATR/BPN, jadi otomatis kalo ada bukaan seleksi cpns aku ngikut di ATR kecuali emang banting setir ambil di kementerian lain. Akhir 2017 lalu, sekitar bulan September (kalo ga salah, lupa sih) akhirnya BKN resmi buka seleksi cpns setelah tiga tahun absen menerima cpns baru. Seneng dong yang ditunggu-tunggu akhirnya ada kepastian, tapi panik juga.. belajar aja kaga hahaha Seleksi CPNS tahun lalu sudah memakai sistem CAT ( Computer Assisted Tes) yaitu semua tes yang bersifat tekstual sudah berbasis komputer, ga perlu ngisi lembar jewab pake pensil ...

From Above

Aku mulai bosan dengan rutinitas ku yang begini-begini saja. Kepindahan ku dari Jakarta ke Kutai Barat sedikit menimbulkan masalah dengan diriku sendiri. Meski baru dua bulan, aku sudah merasa bosan. Aku merasa perlu melakukan sesuatu yang lain di luar jam kerja ku. Ya, aku bekerja dari pukul 8 pagi hingga 5 sore, dari senin sampai jum’at saja, sisanya aku habiskan dengan makan –tidur –pegang handphone . Tidak ada tempat yang bisa ku kunjungi untuk menghabiskan waktu.  Aku sungguh bosan. Selain menimbulkan bosan, waktu luang yang kebanyakan itu bikin aku sering ngeluh. Atau lebih tepatnya jadi sering membandingkan diri sendiri sama orang lain yang berakibat jadi iri dan dengki, kadang juga bikin sensi sendiri. Karena aku ini orang nya terlampau negative thinking sama orang, hal-hal yang kayak gitu tadi membuat otak dan hati ku makin nggak sehat. Mau nggak mau aku harus nyari kesibukan, ya… and I try to write something . Sebenernya ini nggak mudah tapi tidak ada salahnya me...

Dikala Rindu Menyapa

Akhirnya.. Blog ini hadir disaat rindu tumblr dan ingin menulis, namun untuk menulis di blog sebelumnya tidak memungkinkan karena konten yang lama disana agak sensitive dan tak perlu dibaca.  Selamat datang di halaman penuh suka-duka ini hahaha  selamat membaca!